Jumat, 04 Januari 2013

My Personality


          Nama saya memang tidak kedengaran keren. Muhammad Aunu Rofiq memang tidak terdengar begitu "wah" di telinga. Tapi ya inilah nama yang diberikan orang tua tercinta saya kepada say. Dan pasti juga ada makna yang terkandung dalam nama saya yang sekaligus sebagai doa orang tua saya terhadap saya. Dulu saya tinggal di Kediri. Kota kecil di Jawa Timur yang jadi kota terindah bagi saya. Karena banyak kenangan yang terjadi di Kota yang terkenak dengan tahunya ini. Sekarang saya sedang berkuliah sehingga mengharuskan saya untuk tinggal jauh dari kota tercinta Kediri. Jauh pula dari keluarga saya. Dan di Surabaya saya hidup semandiri mungkin.
          Pada saat posting ini diterbitkan saya sedang berkuliah di Institut Pejuangan (Institut Negeri Sepuluh Nopember) bidang Jurusan Sistem Informasi. Kenapa saya menulis begini, karena mungkin pembaca akan membaca juah setelah posting ini diterbitkan dan mungkin juga saya telah berkuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mungkin pergi ke Jepang atau pergi ke Inggris. Semoga saja. Aamiiin.
          Keluarga saya adalah keluarga bahagia. Saya sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara merasa sangat beruntung karena ada kakak-kakak saya yang mau menjaga dan membimbing saya. Entah bagaiman, tapi saya menyadari. dibandingkan dengan kakak perempuan tercinta saya vivi ikayati dan kakak laki-laki saya, saya bisa dibilang lebih kuat dihitung-hitungan dan segi akademik lainnya. bahkan kakakku pernah berkata bahwa saya adalah kualitas terbaik dari keturunan orang tuasaya. tentu saja kakakku mengatakannya dengan bercanda. Tapi mungkin hal sejenis ini bisa dilihat dari segi formal dalam hidup saya. Bisa dibilang saya menjalani pendidikan yang lebih baik dibanding saudaar-saudara saya lainnya. bahkan saya memasuki SMA akselerasi yang menjalani pembelajaran secara lebih cepat. Dan bisa masuk Perguruan tinggi yang lebih baik dibanding saudara-saudara saya lainnya. Tapi disini saya bukannya mau bersombong diri. Saya justru mengakui, Allah menciptakan makhluk-Nya dengan Maha Adil. Dari hal-hal di atas Ia memberikan kelemahan kepada saya.. Yaitu saya kurang bisa hiduo bersosial. Saya sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Dan sulit untuk masuk serta aktif dalam lingkungan sosial di sekitar saya. Meskipun dalam kehidupan saya saya telah memiliki orang-orang istimewa dalam hidup saya, yaitu sahabat-sahabat saya dan keluarga tercinta saya. Jadi saya masih merasa beruntung. Bukan hanya itu saja, entah kenapa sejak kecil saya sering sekali sakit-sakitan. Bahkan sejak kecil saya sering keluar masuk rumah sakit karena berbagai macam hal yang cukup gawat. Hingga kakak-kakak saya merasa bersalah karena kenapa semuanya ditimpakan kepada saya. Sehingga saya menyadari betapa pedulinya mereka kepada saya. Dan sekali lagi saya begitu beruntung.
          Terlepas dari kehidupan sosial saya. Setiap orang pasti memiliki konsep diri masih-masing. Tapi entah apakah hal tersebut telah tergambar jelah pada benak masing-masing atau masih sekedar sekilas anggapan terhadap diri mereka sendiri. Tapi yang jelas saya sendiri telah berusaha mencari konsep diri saya yang sebenarnya. Sehingga menemukan kelemahan dan kelebihan saya dan akan tetap saya tetap saya simpan dalam benak saya meskipun sebagian telah saya utarakan pada kalimat-kalimat sebelumnya.
Selain itu juga, saya mencoba untuk menjadi pribadi yang fisioner. Ya setidaknya hal ini diperlukan untuk membuat analisa personal yang baik. Selain itu hal ini diperlukan bagi masa depan saya. Saya mencoba untuk menggambarkan hal-hal yang ingin saya capai dalam beberapa tahun ke depan. Dan mungkin setelah post ini lama terbit dan dibaca oleh beberapa orang, hal-hal yang akan saya tuliskan ini sudah dapat saya capai.
  1. Menjadisalah satu lulusan terbaik dari perkuliahan yang sedang saya jalani. Memang saya tidak menyebutkan indikator dari lulusan terbaik, tapi saya telah paham, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai hal tersebut
  2. Meneruskan berkuliah ke negara jepang. Selain karena saya terkesan dan mengagumi hal-hal tentang jepang, saya juga sangat menginginkan untuk tinggal di sana entah untuk berkuliah atau untuk keperluan lain.
  3. Membahagiakan orang tua. Salah satunya dengan membantu orang tua saya mewujudkan salah satu hal sangan didambakan oleh orang tua saya. Yaitu mengunjungi tanah suci Makah untuk melaksanakan ibadah haji.
  4. Mendapatkan pekerjaan terbaik yang bisa saya lakuakan dan merupakan bidang keahlian bagi saya. Sekali lagi saya tidak menyebutkannya secara spesifik. Karena hal yang terlintar dibenak saya begitu banyak tentang hal yang satu ini.

Rabu, 02 Januari 2013

Tips Hidup Anak Kost


Tidak mudah hidup sabagai anak kost, apalagi bagi orang pemula seperti saya. Banyak masalah-masalah yang sering dihadapi anak kost untuk tetap "bertahan hidup". Tetapi sebagai anak kost yang cerdas kita kita harus bisa mandiri mengurusi kehidupan kita sendiri. Baik untuk menjaga kesehatan, mengurusi kebutuhan perut (haha), keuangan dan mengatur waktu dengan baik ,apalagi yang sedang sibuk dengan urusan kuliah (kan biasanya anak yang nge-kost kan karena kuliah). Ditambah lagi anak kost biasanya jauh dari keluarga. Jadi mau tidak mau harus hidup mandiri. Berikut adalah masalah-masalah yang sering dihadapi anak kost dan tips dalam mengatasinya:

1. Kesehatan

Ketika kita memilih untuk hidup sebagai anak kost, otomatis kita tidak lagi diperhatikan oleh orang tua. Jadi kita harus menjaga kesehatan diri kita sendiri. Jika kita sakit maka kita sendiri yang akan kesusahan. Sebagai anak kost yang baik kita tidak boleh membuat orang tua kita khawatir dengan kesehatan kita.
Kesehatan anak kost dipengaruhi oleh beberapa hal. Seperti pola makan yang tidak teratur. Apalagi yang memiliki penyakit magh. Anak kost biasanya sering lupa makan. Pola makan yang kurang teratur juga bisa mengganggu keseimbangan metabilisme tubuh kita lho. Selain itu pola aktifitas anak kost juga bisa mempengaruhi kesehatan. Jangan terlalu sibuk dan jangan terlalu malas. Dan kalau sudah merasa tidak enak badan maka harus segera istirahat. Dan kalau sudah sakit harus segera ke dokter.


2. Keuangan

Bagi anak kost yang masih menerima jatah bulanan masalah seperi ini dirasa sangat krusial. Untuk dapat bertahan hidup kita harus pandai-pandai dalam me-manage keuangan. Jika tidak maka ita harus menghabiskan sisa akhir bulan dengan mie instan yang tidak baik bagi kesehatan. Di awal bulan jangan terlalu gembira dengan kiriman yang datang sehingga kita terlena dengan hal-hal yang dibeli tapi sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Kita harus bisa mengatur prioritas keperluan diawal bulan sehingga tidak menyesal diakhir bulan.

Akan lebih baik lagi jika kita memiliki penghasilan sendiri yang bisa menunjang kehidupan anak kost. atau hanya sebagai tambahan keuangan. Bisa dimulai dengan menjadi seorang enterpreneur dan memulai usaha kecil-kecilan namun harus serius. Atau kita bisa melamar untuk menjadi pengajar les privat.


3. Makanan

Jika kita berada dirumah parti ada yang sudah menyiapkan makanan unutk kita. tapi beda dengan hhidup anak kost. jika tidak mau berusaha "mencari" makanan, ya gak makan. Makanan yang kita pilihpun harus benar-benar terjamin. Biasanya anak kost makannya asal-asalan. Asal ada, asal murah. Tapi tidak terjamin kesehatannya. Karena makanan juga bisa mempengaruhi kesehatan anak kost. makanan juga berhubungan erat dengan keuangan anak kost. Jangan terlalu serin jajan. Biasanya budget yang keluar untuk makanan sebagian besar adalah untuk jajan. Akan lebih baik jika kita bisa masak sendiri (tapi bukan mie instan). Munkin saja di kost-an ada yang menyediakan dapur.

4. Waktu

Anak kost biasanya adalah anak-anak kuliahan. Berbeda dengan saat SMA. Waktu SMA masih ada yang mengingatkan kita tentang waktu. Berbeda dengan anak kost. anak kost yang cerdas harus pandai dalam mengatur waktunya. Kadang ada yang terlalu sibuk. Dan kadang ada yang terlalu malas. Dan ada juga yang sibuk tapi tidak penting (main game contohnya). Pertimbangkan setiap kegiatan yang kita lakukan. Apakah itu perlu atau tidak. Jangan sampai karena gagal mengatur waktu jadi berimbas pada keadaan akademik dalam perkuliahan. Perlu juga diperhatikan untuk tidur tepat waktu