Selasa, 06 Juli 2010

A Motivation

Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan

sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang

bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di

dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa

keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia

mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh

papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang

ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin

banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.

Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang

untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah

kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di

papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'

Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran.. Saya

menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.'

Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan

saya tidak bisa melihatnya.'

Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?

Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi,

tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan,

tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah

beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat

tulisan yang kedua lebih efektif?

Moral dari cerita ini:

Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah

innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.

Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani

hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal.

Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada

hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. Hadapi masa

lalumu tanpa sesal. Tangani saat sekarang dengan percaya diri.

Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.

Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan. Orang bijak berkata, 'Hidup

harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang

kejahatan dan mengembangkan kebaikan...

Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus

memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya. Hal yang terindah

adalah melihat seseorang tersenyum. Tapi yang terlebih indah adalah

mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar